Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

NU Ajak 1 Syuro Momen Tobat Nasional

Daru Waskita , Jurnalis-Jum'at, 18 Desember 2009 |22:37 WIB
NU Ajak 1 Syuro Momen Tobat Nasional
A
A
A

YOGYAKARTA - Tahun Baru Islam atau 1 Syuro merupakan awal yang tepat agar seluruh bangsa Indonesia melakukan pertobatan nasional. Hal ini layak dilakukan karena berbagai tindak yang menyimpang telah dilakukan mulai dari mafia peradilan, makelar hukum hingga kasus Bank Century yang saat ini semakin memanas.  
"Tahun Baru Islam momen yang tepat untuk melakukan pertobatan nasional agar nantinya bangsa Indonesia ini menuju zaman pencerahan dan tidak lagi pada zaman kebatilan seperti saat ini," terang Muhammad Mak'sum, Plt Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdatul Ulama (NU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Jumat (18/12/2009).
 
Menurutnya, munculnya Tahun Baru Islam ini tidak lepas dari perjalanan dari zaman kebatilan menuju ke zaman pencerahan ataupun kebaikan. Sehingga ketika saat ini bangsa Indonesia sedang dirundung berbagai perkara, maka saat ini waktu yang tepat untuk melakukan pertobatan.
 
"Tanpa adanya pertobatan nasional maka bangsa Indonesia tetap akan berada di zaman kebatilan, zaman yang penuh korupsi dan hal-hal yang buruk lainnya," tandasnya.
 
Lebih lanjut Mak'sum menyatakan berbagai kegiatan ritual menyambut datangnya 1 Syuro ini juga jangan dimaknai sebagai tindak yang bertentangan dengan agama Islam yaitu dengan menggelar berbagai ritual budaya dengan sesajiannya.
 
"Justru dengan adanya ritual budaya itu menggambarkan adanya toleransi dari umat Islam. Tujuan dari ritual budaya pun adalah satu yaitu memuliakan Tuhan," tandasnya.
 
RP Suraksotarwono, juru kunci Cepuri, Pantai Parangkusumo, Bantul menyatakan ritual budaya menyambut Tahun Baru Islam jangan dimaknai perbuatan sirik atau bertentangan dengan agama Islam.
 
"Warga yang menggelar ritual di Cepuri hingga Labuhan di Pantai Parangkusumo tujuannya adalah mulia yaitu untuk keagungan Tuhan. Meski cara yang mereka lakukan menggunakan berbagai barang untuk dilarung maupun diperebutkan masyarakat ketika acara ritual sudah selesai," tambahnya.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement