Cawapres AS Saling Tuding Bahas Hubungan AS-Rusia terkait Suriah

Silviana Dharma, Jurnalis
Rabu 05 Oktober 2016 15:08 WIB
Debat Cawapres AS 2016, Tim Kaine (kiri) dan Mike Pence (kanan). (Foto: AP)
Share :

FARMVILLE – Persoalan di Suriah tidak hanya soal pengungsi. Lebih dalam lagi, ada unsur kepentingan politik dan perang berkepanjangan yang mengakibatkan perpindahan orang dalam jumlah besar keluar dari negara tersebut.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Amerika Serikat dan Rusia menjadi dua kutub kekuatan dunia yang terlibat di baliknya. Bersama-sama ingin memberangus teroris, keduanya saling memunggungi tatkala membicarakan kedudukan Presiden Suriah Bashar al Assad. Satu pihak ingin menggulingkan, sedangkan satu lagi mempertahankan.

“Tentu kita akan mendesak Rusia. Bernegosiasi dengan Rusia, termasuk meminta mereka mengurangi persediaan nuklirnya. Hillary Clinton memiliki pengalaman untuk itu, dia sudah pernah bertemu dengan (Presiden Rusia, Vladimir) Putin untuk membahasnya,” jawab Kaine mantap dalam Debat Cawapres AS di Longwood University, Farmville, Virginia, Selasa 4 Oktober waktu AS atau Rabu (5/10/2016) waktu Indonesia.

Masih dalam kapasitasnya memuji Hillary, Kaine menambahkan, “Tahukah Anda bahwa Iran gencar mengembangkan senjata nuklir dan Rusia yang jadi pemasoknya? Di bawah kepemimpinan Menlu Hillary Clinton, dia menjadi bagian dari tim keamanan publik nasional yang pergi menegosiasikan hal ini. Sampai akhirnya bisa melenyapkan Osama bin Laden dari muka bumi.”

“Dia bekerja sama dengan Rusia waktu itu untuk mengurangi persediaan senjata kimianya. Hillary juga yang bekerja keras mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk mengeliminasi program senjata nuklir Iran tanpa harus berperang, benar-benar tidak ada tembak-menembak,” sambung dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya