Ali Imron: Saya Sudah Radikal Sejak Kelas 5 SD

Dara Purnama, Jurnalis
Selasa 11 Oktober 2016 18:31 WIB
Ali Imron (foto: Okezone)
Share :

"Itu kafir, yang duduk di pemerintahan dan muslim statusnya thogut. Yang non muslim statusnya kafir. Itu sejak kelas 5 SD makanya saya sampai bentrok dengan bapak saya. Bapak saya almarhum itu dulu memasang burung garuda ada presiden dan wakil presiden saya turunkan itu waktu saya kelas 5 SD," kisahnya.

Oleh karena itu, terang dia, yang paling penting dalam penanggulangan dan pencegahan terorisme, semua pihak harus mengerti apa latar belakang seseorang atau kelompok menjadi pelaku teroris. Saat ini, Ali Imron sendiri sudah bertaubat menjadi teroris.

"Latar belakang kami dulu sebagai pelaku pengeboman di Bali ada dua. Kami ingin menegakkan negara berdasarkan Islam 100 persen. Yang kedua kami ingin merealisasikan jihad dalam arti perang. Makanya latar belakang teroris sampai sekarang ini menginginkan negara berdasarkan Islam itulah teroris di Indonesia," ulasnya.

Alik menambahkan, tidak pas Jika mau menanggulangi dan mencegah paham radikalisme yang mengarah pada aksi terorisme tanpa tahu latar belakangnya.

"Kita semua jangan kecil hati, kenapa? deradikalisasi program sudah dibuat, hukum sudah di buat kok masih seperti ini. Kalau hanya aksi kecil-kecil itu ya kecil. Yang paling besar baru bom Bali. Kita harus bersyukur Indonesia tidak bisa diobok-obok oleh teroris," tukasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya