Ia mengaku tidak ingin ada konflik terutama terkait ekonomi dan agama yang sangat mungkin muncul dalam kasus yang dinilai ada unsur penistaan agama ini. Dalam teori Huntington, ulas Fahri, terdapat dua jenis konflik yang terjadi di dunia, yakni konflik materi ekonomi dan konflik agama.
"Kedua konflik ini sangat berpotensi terjadi di Indonesia," imbuh dia.
Fahri menilai, sudah terlalu banyak energi bangsa yang dihabiskan untuk persoalan ini. Persoalan yang dimunculkan satu orang, namun kemudian menjadi masalah nasional. Karena itu, ia berharap kepolisian bertindak cepat dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Kalau berlarut-larut dikhawatirkaan masalahnya akan semakin membebani bangsa.
Tak lupa ia pun mengingatkan agar jangan ada pihak yang seolah terbebani dan "tersandera" agar penyelesaian masalahnya segera tuntas. Apalagi sebagian masyarakat merasa ada yang tersumbat.
Pihak yang memicu terjadinya masalah ini, lanjutnya, juga harus introspeksi diri dalam melihat reaksi keras masyarakat terkait pernyataannya, bukan malah menyampaikan pernyataan-pernyataan kontroversial yang justru akan menimbulkan masalah baru.
(Rizka Diputra)