Setelah protes bermunculan, Newsweek terpaksa memberikan penjelasan melalui Twitter. Anehnya, pihak perusahaan media tersebut mengklaim tidak bertanggung jawab langsung atas strategi penerbitan.
"Dari Editor: 2 edisi khusus mencakup untuk hasil pemilu 2016 diproduksi oleh pemegang lisensi Newsweek, Topix Media, dan bukan oleh Newsweek," tulis pihak Newsweek via akun Twitter-nya, @newsweek.
Sementara itu, Tony Romando dari Topix Media berdalih penerbitan itu hanya keputusan bisnis. "Selama enam bulan terakhir edisi khusus Newsweek telah menyatukan 'Road to the White House Tribute Issue' untuk kedua kandidat partai besar," katanya, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (11/11/2016).
Dia mengatakan bahwa, karena jajak pendapat mengunggulkan Hillary Clinton, maka edisi khusus "Madam President"-lah yang dipilih diterbitkan.
(Rifa Nadia Nurfuadah)