"Jadi ada kewajiban bagi seluruh airlines untuk memiliki data I-Check. Tahun depan semua airlines wajib. Tahun kemaren hanya bersifat advisory sekarang mandatory bahwa seluruh airlines wajib menyiapkan I-Check demikian juga seluruh anggota Interpol," terangnya.
Keenam, kata Naufal, Interpol juga akan melakukan supervisi data di Interpol System secara reguler. Baik data kejahatan hingga notice seperti red notice untuk buronan internasional. "Kalau data itu sudah tidak diperlukan lagi harus dihapuskan. Jadi ada sistem yang mensupervisi. Reviewnya dilakukan secara reguler dilaporkan Sekjen Interpol di setiap sidang umum," katanya.
Ketujuh keputusan dibuatnya komite eksekutif di luar sidang umum Interpol. Delapan, disetujuinya laporan keungan Interpol 2015. Sembilan, anggaran 2017 berasal dari iuran anggota Interpol, sumbangan pihak luar dan donasi. Yang kesepuluh, kata Naufal draf anggaran 2017 hingga 2019 telah dipaparkan pada sidang umum ke 85. "Nah untuk 2017 ada 63,679 EURO dan sudah disetujui," katanya.
Pada sidang Interpol ke 85 ini telah terpilih Presiden Interpol yang baru yakni Wakil Menteri Keamanan China Meng Hong Wei menggantikan Madam Mireille Balestrazzi asal Prancis. Selanjutnya Wakil Presiden Interpol Alexander Prokopchuk asal Rusia.
Tidak hanya dua jabatan tersebut, ternyata juga ada pemilihan dua anggota Komite Eksekutif yang memasuki masa pensiun. "Perlu juga kami sampaikan ada pemilihan dua anggota komite eksekutif daru Eropa dan Amerika Latin. Kan harusnya ada 11 jadi yang pensiun perlu diganti," katanya.
(Angkasa Yudhistira)