Brexit Mengubah Pertemanan Denmark dengan Inggris

Silviana Dharma, Jurnalis
Selasa 22 November 2016 20:22 WIB
PM Inggris dan PM Denmark. (Foto: Euro News)
Share :

Pendapat senada terus disuarakan oleh Menlu Denmark saat ini, Kristian Jensen. Dia juga meyakini bahwa Inggris tidak seharusnya mendapatkan peluang pasar tunggal yang sama seperti saat bergabung dengan UE.

Dengan keluarnya Inggris dari UE, negara itu juga tidak lagi memiliki kewajiban untuk membayar biaya kolektif ke organisasi. Tetapi jika privilage yang sama masih mereka dapatkan, hal ini akan memicu negara-negara lain untuk angkat kaki dari UE.

“Setelah mempertimbangkan semua itu, kami memutuskan bahwa yang penting di sini bukan apa yang baik dan buruk untuk Inggris, tetapi apa yang terbaik bagi Denmark. Kami harus memutuskan yang terbaik demi melindungi sumber terbesar kemakmuran negara, yakni Pasar Tunggal, dalam jangka panjang,” timpal Jensen.

Jensen menambahkan, “Anda tidak bisa meremehkan dinamikanya. Denmark adalah negara yang berpolitik terbuka, perdagangan terbuka, serta ingin terhubung dengan dunia. Kami butuh ekspor dan pasar terbuka. Kehilangan atau terancam kehilangan hal tersebut dapat membawa dampak besar pada perekonomian dan politik kami.”

Keputusan Inggris untuk bercerai dari organisasi kerjasama terbesar di Benua Biru faktanya tidak hanya penting bagi negara tersebut, tetapi sudah menjadi persoalan seluruh Uni Eropa dan negara-negara anggotanya. Saat ini Perdana Menteri Inggris Theresa May terhambat oleh parlemennya sendiri. Rencananya untuk membawa Inggris meluncur keluar dengan mulus tepat pada waktunya juga masih menjadi misteri.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya