Hujan salju sebelumnya juga pernah turun di Saudi pada Januari 2015. Saat itu banyak orang keluar menikmati serbuk putih itu dengan membentuk boneka salju. Namun ulama Saudi segera mengeluarkan fatwa yang melarang aktivitas tersebut, karena dianggap sebagai dosa dan kegiatan anti-Islam.
Berdasarkan laporan Gazette, hujan salju tersebut turun akibat suhu di Saudi mencapai minus tiga derajat celcius di wilayah Al Jawf. Sementara di utara Provinsi Al Quryat suhunya kini minus satu derajat celcius.
November sendiri memang merupakan musim dingin di Saudi. Akan tetapi, pada umumnya suhu harian terendah yang bisa dicapai di padang gurun ini adalah 20 derajat celcius pada siang hari. Kini, salju menyelimuti bagian tengah dan barat laut Saudi.
Snow today in Jabal Al-Lawz (mountain of almonds), Tabuk, Saudi Arabia. 23-11-2016/22-2-1438H #MyArabia ðð¸ð¦pic.twitter.com/8CAVx8L1pC
— رسيس عبدالرحمن الفهد (@Rasees) November 23, 2016
(Silviana Dharma)