HISTORIPEDIA: Kabut Asap Telan Ribuan Nyawa di London

Emirald Julio, Jurnalis
Minggu 04 Desember 2016 08:01 WIB
Suasana Kota London ketika diselimuti kabut asap (Foto: Topham Picturepoint)
Share :

PADA hari ini 64 tahun yang lalu, kabut asap menjadi teror bagi warga London, Inggris. Pasalnya, hanya dalam kurun waktu empat hari saja, ribuan warga di Ibu Kota Inggris itu kehilangan nyawanya akibat kabut asap.

Insiden ini berawal pada Kamis sore ketika udara bertekanan tinggi dengan intensitas tinggi terhenti di wilayah Thames River Valley. Mendadak udara dingin berhembus dari barat sehingga udara di atas wilayah London terjebak dalam satu tempat.

Permasalahan ini diperparah dengan temperatur yang rendah sehingga memicu warga untuk terus membakar batu bara untuk menghangatkan diri. Asap dari batu bara, jelaga, dan sulfur dioksida dari area industri serta asap dari mobil makin memperparah timbulnya kabut asap di London.

Pada tanggal 7 Desember 1952, keadaan London semakin parah dengan kabut asap yang tebal dan semakin gelap bahkan cahaya matahari sulit menembus kabut asap tersebut. Saking buruknya jarak pandang, semua modal transportasi di wilayah London terhenti. Kabut asap ini juga sempat membuat beberapa kecelakaan yang melibatkan kereta api, termasuk dua kereta yang bertabrakan di dekat London Bridge.

Efek paling buruk akibat kabut asap ini adalah gangguan pernapasan yang diderita oleh manusia dan hewan. Bahkan banyak orang yang kerap memuntahkan dahak akibat buruknya situasi udara di London. Para warga serta hewan satu per satu mulai kehilangan nyawanya akibat kabut asap tersebut ketika mereka tidur.

Sebagaimana laporan, sangat sulit untuk menghitung jumlah pasti dari korban tewas dan terluka akibat kabut asap tersebut. Namun, diduga di wilayah metropolitan London saja jumlah korban tewas pada 4 - 8 Desember akibat kabut asap mencapai angka 4.000 jiwa. Terdapat juga estimasi bila dijumlahkan dengan seluruh wilayah yang terkena dampak kabut asap itu, setidaknya 8.000 orang dilaporkan tewas.

Pada 9 Desember, ketika kabut asap itu menghilang, Pemerintah Inggris mulai semakin mengetatkan peraturan mengenai polusi udara dan mendesak warganya untuk menghentikan penggunaan batu bara di rumahnya. Sayangnya, kabut yang sama muncul kembali 10 tahun kemudian dan diduga 100 warga London kehilangan nyawanya.

(Emirald Julio)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya