Pembajak Pesawat Libya Bebaskan Penumpang Jika Tuntutan Dipenuhi

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Jum'at 23 Desember 2016 19:44 WIB
Pesawat Libya, Afriqiyah Airways, dibajak di Malta. (Foto: Reuters)
Share :

MALTA - Pesawat Libya dibajak dan dipaksa mendarat di Malta. Diketahui, Afriqiyah Airways A320 sedang dalam penerbangan domestik dari Sebha ke Tripoli saat pembajakan terjadi.

Times of Malta, Jumat (23/12/2016) melaporkan, pilot dipaksa mengalihkan rute penerbangan oleh dua pembajak yang mengklaim memiliki granat tangan. Perdana Menteri Malta Joseph Muscat, dalam akun Twitter-nya, menyatakan, pesawat tersebut terkonfirmasi membawa 111 penumpang dengan rincian 82 laki-laki dan 28 perempuan serta satu bayi. Tujuh kru ditugaskan dalam penerbangan yang mendarat pada pukul 11.32 waktu Malta tersebut.

Twitter PM Malta Joseph Muscat

Otoritas keamanan Libya menyatakan kepada Reuters bahwa sebelum komunikasi terputus, pilot melapor kepada pusat kendali bandara Tripoli bahwa mereka mencoba mendarat di Libya namun ditolak oleh para pembajak. Pada pukul 12.13, mesin pesawat masih menyala dan ia diikuti pasukan Malta (AFM) dari kejauhan. Tampaknya tidak ada upaya mendekati pesawat.

Laporan mengindikasikan kedua pembajak mengaku berasal dari kelompok pro-Khadafi, Al Fatah Al Gadida. Mereka akan membebaskan semua penumpang, kecuali para awak pesawat, jika tuntutan mereka dipenuhi. Hingga kini belum diketahui apa yang menjadi tuntutan keduanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya