MALTA - Pesawat milik maskapai Afriqiyah Airways, Libya, dibajak dan dipaksa mendarat di Bandara Internasional Malta. Pembajakan tersebut dilakukan oleh dua orang yang mengklaim memiliki granat tangan dan mengancam akan meledakkan pesawat.
Dilansir dari Times of Malta, Jumat (23/12/2016) akibat insiden tersebut semua penerbangan dari Bandara Internasional Malta (MIA) sempat ditunda dan dialihkan. MIA secara resmi mengumumkan penundaan penerbangan dilakukan sembari menunggu perkembangan situasi dan informasi lebih lanjut.
Sekira pukul 12.28 siang waktu setempat, sembilan penerbangan di Malta dialihkan ke Catania. Sementara sepuluh penerbangan lainnya mengalami penundaan selama dua jam.
Namun, kemudian pada pukul 12.43 MIA menginformasikan pada penumpang jika bandara telah beroperasi secara normal. Penerbangan milik maskapai Ryanair dan Luthfansa meninggalkan bandara sesaat setelah pengumuman tersebut.
Selanjutnya pada 1.15 dini hari MIA kembali mengumumkan, semua penerbangan yang ditunda dan dialihkan ke Sisilia mulai kembali ke bandara Malta.