TOP FILES: Mengenal Gus Dur dalam Kilas Ingatan

Randy Wirayudha, Jurnalis
Jum'at 23 Desember 2016 16:59 WIB
Mendiang KH Abdurrachman Wahid alias Gus Dur (Foto: Heru Haryono/OKEZONE)
Share :

Di sisi lain saat masih aktif di NU, tepatnya pada 1984, Gus Dur turut merumuskan relasi Pancasila dan Islam. Dalam rapat Muktamar ke-27 di Situbondo, Jawa Timur yang dipimpin Gus Dur, tercapai kesimpulan bahwa Pancasila tak bertentangan dengan Islam. Bahwa Pancasila itu Islami.

Momen 1998 jadi momen bersejarah bagi negeri ini dan Gus Dur turut berada di dalamnya. Lewat “terbitnya” Pernyataan Ciganjur yang disepakati Megawati Soekarnoputri, Amien Rais dan Sri Sultan Hamengkubuwono X, komitmen reformasi dilantangkan.

Setahun kemudian, Gus Dur dinobatkan sebagai Presiden RI “pertama” di masa reformasi. Dalam Sidang Umum MPR RI 7 Oktober 1999 pasca-Pemilu Juni 1999, Gus Dur jadi Presiden RI keempat dengan ditemani Megawati sebagai wakilnya.

Pemerintahan reformasi pertama pun dimulai dengan mengikutsertakan sejumlah partai koalisi. Di masa pemerintahannya, Gus Dur juga punya “beban” berkunjung ke luar negeri.

Maka Gus Dur berangkat ke negara-negara ASEAN, Jepang, Amerika Serikat, Kuwait, Qatar, Yordania hingga RRC (total 50 negara di lima benua) dengan misi menjelaskan bahwa Indonesia kondisi Indonesia aman dan kondusif pasca-Reformasi.

Safarinya keliling dunia itu sempat memicu kritik karena dalam waktu yang bersamaan, kondisi Indonesia sedianya tengah “digoyang” pemberontakan di Aceh dan Papua, sekaligus kerusuhan Ambon dan Poso.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya