MALTA – Perdana Menteri Malta Joseph Muscat mengatakan sebanyak dua pucuk pistol dan sebuah granat ditemukan di dalam pesawat Afriqiyah Airways setelah drama pembajakan yang terjadi di bandara Malta itu berakhir. Seluruh penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 118 orang berhasil dibebaskan dan kedua pelaku telah dibekuk pihak keamanan.
Dalam keterangan yang dilansir ITV, Sabtu (24/12/2016), Muscat mengatakan, para pembajak menyerahkan sepucuk pistol dan sebuah granat saat mereka menyerahkan diri. Sedangkan, sepucuk pistol lainnya ditemukan saat pihak berwenang menggeledah pesawat.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Pesawat Airbus A320 milik maskapai Afriqiyah Airways terpaksa mendarat darurat di Malta setelah dibajak dua pria yang mengancam akan meledakkan bom di pesawat. Insiden ini sempat membuat penerbangan dari Bandara Internasional Malta ditunda dan dialihkan.
Kedua pelaku berkebangsaan Libya yang diduga berasal dari kelompok pendukung mendiang presiden Libya Muammar Gaddafi, Al Fattah Al Gadida telah ditahan pihak kepolisian Malta. Para pembajak dan kru pesawat sedang menjalani pemeriksaan sementara penggeledahan pesawat masih berlangsung.
(Rahman Asmardika)