LONDON - Kedutaan Besar Rusia untuk Inggris memicu kontroversi publik setelah akun resmi Twitter mereka mengeluarkan cuitan yang diduga menyerang Presiden Obama.
Sebagaimana dilansir Telegraph, Jumat (30/12/2016) pasca-pengusiran Dubes Rusia di AS, akun Twitter resmi Kedubes Rusia untuk Inggris atau Russian Embassy UK menyebut Obama sebagai 'Bebek Gagal'.
"Presiden Obama mengusir 35 diplomat Rusia di tengah hubungan yang dingin, ini seperti deja vu. Semua orang termasuk rakyat Amerika akan senang melihat hal terakhir (akhir masa jabatan) yang dilakukannya tersebut," tulis akun Twitter resmi Kedubes Rusia untuk Inggris.
Tweet tersebut dipublikasikan disertai dengan gambar anak bebek berwarna kuning dan bertuliskan 'lame'. Menurut Oxford Advanced Learner's Dioctionary, frasa 'lame duck' bermakna 'orang atau organisasi yang tidak sukses dan butuh bantuan' serta 'politikus atau pemerintahan yang masa jabatannya akan segera berakhir dan tidak akan dipilih kembali'.
President Obama expels 35 ð·ðº diplomats in Cold War deja vu. As everybody, incl ðºð¸ people, will be glad to see the last of this hapless Adm. pic.twitter.com/mleqA16H8D
— Russian Embassy, UK (@RussianEmbassy) 29 Desember 2016
Gambar bebek tersebut diketahui dibuat oleh seorang desain grafis, Joe List beberapa waktu lalu. Joe sendiri tidak pernah menyangka jika hasil karyanya akan digunakan untuk menyindir Presiden Obama.