NEW YORK – Menteri Luar Negeri Inggris Raya Boris Johnson, terbang ke New York, Amerika Serikat, untuk menemui tim transisi kepresidenan Donald Trump. Pertemuan ini merupakan untuk yang pertama kalinya bagi mantan wali kota London itu sebagai perwakilan negaranya untuk menemui pemerintahan baru Negeri Paman Sam.
Dilaporkan Scotsman, Senin (9/1/2017), dalam kunjungan tersebut Johnson bertemu dengan suami Ivanka, Jared Kushner, dan calon kepala strategi Gedung Putih, Steve Bannon. Selain itu, dia juga dijadwalkan untuk menemui Ketua DPR Paul Ryan, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Bob Corker, dan Ketua Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell.
Belum diketahui pasti perihal isu yang akan dibahas. Namun kabar yang berhembus mengatakan, kedatangannya tersebut ada hubungannya dengan negosiasi Brexit atau keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa. Tak lupa, ia juga akan mengungkit kemitraan istimewa yang selama ini terjalin di antara kedua negara. Selain itu, tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk memperkuat ikatan ketika nantinya Trump sudah resmi dilantik sebagai presiden dan setelah Negeri Tiga Singa benar-benar keluar dari organisasi Benua Biru.
Jared Kushner, Ivanka dan Donald Trump. (Foto: Getty Images)
“Diskusi akan difokuskan kepada hubungan antara Inggris dan AS, serta kebijakan luar negerinya,” demikian penjelasan singkat dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.
Sebelumnya, dua staf kantor Perdana Menteri Inggris, Fiona Hill dan Nick Timothy, telah lebih dulu diutus untuk menemui kubu Trump secara pribadi. Keduanya diduga jadi pembuka jalan untuk memuluskan penerbangan Johnson ke New York dan kunjungan PM Theresa May pada Maret 2017.
“Menyusul kesuksesan pertemuan antara dua kepala staf PM Inggris dan tim presiden terpilih AS Donald Trump bulan lalu, Boris Johnson membuat kunjungan singkat ke AS untuk menemui penasihat suksesor Obama dan para pemimpin senior di kongres,” sambung sang jubir Kemlu.