nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inggris Buru Pembocor Telegram yang Sebut Pemerintahan Trump Ceroboh dan Tidak Kompeten

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 11:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 09 18 2076475 inggris-buru-pembocor-telegram-yang-sebut-pemerintahan-trump-ceroboh-dan-tidak-kompeten-04L1T3pwsb.jpg Presiden AS Donald Trump. Foto/Reuters

LONDON – Pemerintah Inggris memburu pembocor telegram dari duta besar Inggris untk AS yang menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump ceroboh dan tidak kompeten.

Sebelumnya telegram rahasia dari Dubes Inggris untuk AS Kim Darroch bocor. Hal itu membuat sejumlah pejabat Inggris merasa malu tapi lebih khawatir bahwa informasi rahasia yang sensitif telah dibocorkan, mungkin untuk tujuan politik.

Para pejabat percaya bahwa pembocor berasal dari kalangan politisi atau pejabat Inggris, bukan di luar negeri.

"Saya yakin ada pejabat negara yang saling bermusuhan terlibat," kata juru bicara Perdana Menteri Theresa May, James Slack, mengutip The Time, Selasa (9/7/2019).

Foto/Reuters

Slack mengatakan May memiliki "keyakinan penuh" pada Darroch, seorang diplomat senior Inggris, meski dia tidak menyukai pemerintahan Trump.

Baca JugaDokumen Rahasia Fasilitas Senjata Kimia Inggris Ditemukan di Dalam Keranjang Sampah Umum

Baca JugaRangkaian Penusukan di London, Donald Trump Sebut Wali Kota Sadiq Khan Seorang Bencana

Dia mengatakan para duta besar bekerja dengan secara politk politik di negara-negara tempat mereka bertugas, yang tidak selalu mencerminkan pandangan pemerintah Inggris.

Terkait telegram yang bocor—yang diterbitkan surat kabar Mail on Sunday—Darroch menyebut kebijakan pemerintahan Trump terhadap Iran "kacau, kacau" dan mengatakan Gedung Putih “tidak kompeten."

"Kami tidak benar-benar percaya pemerintahan ini; disfungsional; tidak dapat diprediksi; fraksi berkurang; ceroboh dan tidak kompeten secara diplomatis," isi telegram yang bocor tersebut.

Telegram mencakup periode dari 2017 hingga beberapa minggu terakhir.

Setelah telegram diterbitkan, Trump mengatakan bahwa duta besar Darroch "tidak melayani Inggris dengan baik."

"Kami bukan pengagum pria itu," kata Trump.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini