“GARUDA di dadaku, garuda kebanggaanku, kuyakin hari ini pasti menang!” Lirik yang sangat nasionalis itu acap bergema ketika kita mengenakan jersey timnas Indonesia dengan lambang garuda di dada kanan. Lambang yang juga jadi ikon negara kita yang selaras dengan ideologi Pancasila – Garuda Pancasila.
Tapi tahukah Anda bahwa lambang negara Garuda seperti yang terpampang di mana-mana itu dicetuskan oleh seorang raja yang pernah terlibat makar? Makar dalam bentuk pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil pada 23 Januari 1950.
Adalah Sultan Hamid II atau Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra mahkota Kesultanan Pontianak yang sempat dipercaya sebagai Menteri Negara Zonder Portofolio dalam Kabinet RIS (Republik Indonesia Serikat) 1949.
Sultan Hamid II sempat dianggap terlibat Kudeta APRA di Bandung dan divonis hukuman 10 tahun penjara. Meski bebas lebih cepat, yakn 1958, Sultan Hamid tak pernah mau lagi bersinggungan dengan politik dalam negeri.
Nah, bicara soal pencetusan lambang Garuda, berawal dari pelimpahan tanggung jawab dari Presiden RI Ir Soekarno agar Menteri Negara Zonder Portofolio Sultan Hamid II, merancang gambar lambang negara pada 10 Januari 1950.
Sultan Hamid sebagai koordinator pun membentuk panitia teknis yang diisi M Yamin sebagai ketuanya, Ki Hajar Dewantoro, M.A. Pellaupessy, M Natsir dan RM Ngabehi Poerbatjaraka sebagai anggotanya.
Dari situ, muncul dua karya terbaik, yakni karya M Yamin dan Sultan Hamid yang turut menyertakan rancangannya meski sudah selaku koordinator. Kemudian Presiden RIS Ir Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta secara singkat memilih karya Sultan Hamid II – dengan permintaan penyempurnaan.
Penyempurnaan lambang negara sedari gambar manusia bersayap menjadi rajawali dengan memegang perisai dan diresmikan pada 8 Februari 1950. Tujuh hari berselang, lambang itu diperkenalkan pada publik untuk kali pertama di Hotel Des Indes, Jakarta.
Lambang Garuda itu sempat diperbaiki lagi pada 20 Maret 1950 oleh pelukis istana, Basuki Abdullah atas perintah Presiden Soekarno dan jadilah lambang Garuda Pancasila seperti yang sering kita lihat saat ini.