JAKARTA - Ketegasan dan gaya bicara Ira Koesno sebagai moderator debat pertama dinilai masyarakat, khususnya netizen cocok untuk kembali dalam Debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Ketua Komisi Pemilihan Unum (KPU) DKI Jakarta Sumarno mengaku, pihaknya mendapatkan kabar adanya petisi untuk mengembalikan Ira Koesno sebagai moderator untuk debat terakhir Jumat 10 Februari mendatang.
"Iya nanti katanya ada yang mau bawa petisi ke KPUD soal Ira Koesno. Katanya 'kembalikan Ira Koesno'" ucap Sumarno di kantornya, KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).
Menurutnya, moderator debat hanya dapat hadir satu kali acara. Oleh karenanya, Sumarno mengaku tidak bisa menjadikan Ira Koesno jadi moderator debat di Pilgub DKI 2017 untuk kali kedua. Meski begitu, KPU DKI tengah mencari sosok yang tegas seperti mantan presenter itu dalam debat pamungkas nantinya.
Sumarno sendiri tak mau membandingkan antara Ira Koesno dengan Tina Talisa serta Eko Prasodjo dalam memimpin debat. Menurutnya, setiap moderator punya kelebihan masing-masing. "Punya nilai tersendiri. Jadi tidak dalam konteks Ira Koesno lebih bagus dari Tina dan sebaliknya. Karena memang situasinya seperti itu," nilainya.
Sumarno menambahkan bahwa pada debat ketiga nanti KPU DKI kemungkinan akan melanjutkan sistem sebelumnya dengan menggunakan dua moderator. Hal itu agar ada keseimbangan dalam jalannya acara debat.
"Tina (di Debat Pilgub) lebih soft. Memang karena dia berdua tidak sendiri yang harus ke sana ke sini. Karena desainnya berbeda. Moderator tetap dua (untuk debat ketiga)," tutupnya.
(Qur'anul Hidayat)