KISAH: "Lompatan Kebebasan" Sang Tentara Jerman

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Kamis 09 Februari 2017 07:04 WIB
"Lompatan Kebebasan" Schumann. (Foto: Vintage News)
Share :

NAMA Conrad Schumann bisa jadi terdengar amat asing di telinga banyak orang. Nyatanya, ia adalah prajurit Jerman Timur yang terkenal karena membelot ke Jerman Barat saat Tembok Berlin dibangun pada  1961.

Schumann baru berusia 19 tahun saat bertugas sebagai tentara Jerman Timur. Pada 15 Agustus 1961, ia dikirim ke persimpangan Jalan Bernauer dan Jalan Ruppiner. Tugasnya menjaga keamanan di sekitar area tersebut saat Tembok Berlin dibangun di hari ketiga. Kala itu, Tembok Berlin hanyalah satu baris kawat berduri yang memisahkan kedua wilayah.

Dari seberang kawat, orang-orang  Jerman Barat berteriak padanya, "Komm’ rüber!" yang artinya, "Kemarilah!".

Sebuah mobil polisi Jerman Barat mendekatinya dan parkir tak jauh dari Schumann.

Mereka menanti.

Schumann menjatuhkan senjata semi otomatisnya, melompati kawat berduri dan dengan cepat masuk ke mobil polisi tadi. Ia segera dilarikan dari lokasi tersebut oleh para polisi Jerman Barat.

 

Aksi tentara Jerman Timur Conrad Schumann melompat menuju kebebasan di Jerman Barat. Dari buklet "A City Torn Apart: Building of the Berlin Wall". (Foto: Vintage News)

Seorang fotografer Jerman Barat Peter Leibing mengabadikan semua adegan pelarian tersebut. Foto Schumann pun menjadi ikon era Perang Dingin dan ditampilkan pada permulaan film "Night Crossing" buatan Disney pada 1982.

Schumann menyadari kebebasannya saat ia diizinkan bepergian dari Berlin Barat ke wilayah mana pun di Jerman Barat. Ia menetap di Bavaria, dan bertemu istrinya, Kunigunde, di Kota Günzburg.

Setelah runtuhnya Tembok Berlin, Schumann berkata, "Hanya setelah tembok itu runtuh pada 9 November 1989 lah saya merasa benar-benar bebas."

Meski demikian, ia amat menikmati hidup di Bavaria dan merasa lebih kerasan ketimbang di kampung halamannya. Sesekali, Schumann mengunjungi orangtua dan keluarganya di Negara Bagian Saxony. Demikian dinukil dari Vintage News, Kamis (9/2/2017).

 

Patung Mauerspringer atau Pelompat Tembok karya Florian dan Michael Brauer dan Edward Anders (Foto: Vintage News)

Pada 20 Juni 1998, Schumann gantung diri di kebun buahnya, di dekat Kota Kipfenberg, kawasan Upper Bavaria. Saat itu, ia merasakan depresi yang amat parah.

Pada Mei 2011, Program Memory of the World dari UNESCO memasukkan foto "lompatan kebebasan" Schumann sebagai koleksi gambar dan dokumen terkait runtuhnya Tembok Berlin.

Patung karya Florian dan Michael Brauer dan Edward Anders berjudul Mauerspringer (Pelompat Tembok) awalnya ditempatkan di lokasi pembelotan Schumann. Namun kini patung tersebut dipindah ke sisi salah satu gedung di Jalan Brunnen, beberapa meter ke selatan dari Jalan Bernauer.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya