Tapi demi bisa ikut membangun bangsa, insan pers itu sendiri juga harus “bahagia” lahir bathin. Mulai dari keperluan kesejahteraan berupa gaji layak, sampai perlindungan dalam pekerjaan.
Di Indonesia sendiri ada jutaan wartawan yang sedikitnya tergabung di 1.178 perusahaan pers yang terdaftar di Dewan Pers. Mulai dari wartawan yang urusannya hiburan, hingga wartawan politik.
Tak jarang, si wartawan kadang mempertaruhkan nyawanya saat bertugas. Nyawanya acap terancam, bukan hanya keadaan alam, tapi juga karena bentuk kekerasan.
Tentu pemirsa sering mendengar terjadinya kekerasan terhadap wartawan oleh oknum-oknum aparat TNI-Polri. Ini yang kemudian harus jadi perhatian dan kalaupun mustahil dinihilkan peristiwanya tahun ini, setidaknya diminimalisir agar tak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kembali penulis tegaskan, semoga ini jadi bahan evaluasi dan perhatian dalam rangka Hari Pers Nasional tahun ini yang perayaannya, digelar di Ambon, Maluku dan sudah dihelat sejak tanggal 5 Februari hingga hari ini. Selamat Hari Pers Nasional!
(Randy Wirayudha)