Hal itu yang membuat mereka sempat pesimistis. Kemampuan presentasi para saingan sudah luwes. Karya yang mereka ikutkan juga unik-unik. Bahkan, tidak sedikit yang sudah menyabet gelar juara pada kompetisi serupa. “Juara ketiga dan kedua disebut dan itu bukan kami. Ya sudah kami nggak yakin juara. Sebab, kami akui yang lainnya sangat bagus,’’ lanjut Surya.
Ternyata saat mengumumkan juara I, MC menyebutkan nama tim mereka. Kaget dan haru. Tak menyangka, mereka bisa mengalahkan 55 tim lainnya. “Bangga dan tidak menyangka. Walaupun baru pertama membuat karya tulis dan pertama lomba, ternyata bisa juara provinsi,’’ ungkap Surya.
Semangat untuk membuat karya tulis pun kini meningkat. Yang paling baru, mereka membuat plastik yang mudah didaur ulang. Mereka menyebutnya dengan Alustik. Yakni, plastik yang dibuat dari olahan sari pati jerami nangka. Karena bahannya alami, tak heran jika sangat mudah didaur ulang.
Karya tersebut sudah selesai dan dikirimkan pada kompetisi karya ilmiah tingkat nasional di Universitas Internasional Semen Indonesia, Gresik. “Kami lolos semifinal. Doakan bisa menang,’’ kata Surya. “Minggu ini kami presentasi karya itu dalam semifinal,’’ lanjut siswa kelahiran Tarakan, 17 Desember 2000, tersebut. (Firma Zuhdi Al Fauzi)
(Hessy Trishandiani)