Kanibal Kanada Dibebaskan Setelah 9 Tahun Mendekam di RS Jiwa

Silviana Dharma, Jurnalis
Minggu 12 Februari 2017 00:49 WIB
Will Baker. (Foto: AP)
Share :

MANITOBA – Kanibal Kanada dibebaskan setelah sembilan tahun mendekam di Rumah Sakit Jiwa. Demikian badan peninjau di Manitoba memerintahkan pelepasannya kembali ke masyarakat setelah memastikan pria itu takkan lagi menimbulkan bahaya yang signifikan.

“Dia tidak lagi berbahaya. Saya amat yakin bahwa dia sudah paham apa yang harus dilakukannya. Dia akan berkomitmen meminum obat-obatnya dan juga punya tekad kuat untuk bertanggung jawab, hidup lebih bermoral. Ia juga tidak akan menyerah lagi pada kejiwaannya dan menyakiti orang,” ujar Direktur Eksekutif Pengawas Schizophrenia di Manitoba, Chris Summerville. Demikian seperti diwartakan Daily Mail, Minggu (12/2/2017).

Will Baker. (Foto: Reuters)

Kasus yang dimaksud bergulir pada 2008. Masih terngiang rasanya kengerian di dalam bus Kanada itu, meski sembilan tahun telah berlalu. Adalah Will Baker atau juga dikenal sebagai Vince Weiguang yang memicu tragedi tersebut.

Tim McLean (22) duduk di sebelahnya di dalam bus menuju Winnipeg. Sambil tersenyum, pemuda yang bekerja di karnaval tersebut mencoba bersikap ramah dengan sesama penumpang, yakni Baker (waktu itu masih berusia 40 tahun).

Pemuda itu menanyakan bagaimana kabar Baker, tetapi yang bersangkutan malah mendengar suara berbeda. Baginya saat itu, Tuhan yang bersabda. Dalam pikirannya, Tuhan berkali-kali menyuruh dia membunuh pria di sebelahnya atau dirinya akan segera mati sebagai gantinya.

Baker ketakutan. Dia pun menurut. Dengan kalap, dia menusuk-nusuk McLean. Korban megap-megap berusaha menghindari serangan tak terduga. Seluruh penumpang sontak kabur menyaksikan pembunuhan sadis tersebut. Akan tetapi, Baker belum selesai.

Setelah berhasil menghabisi nyawa korban. Baker memutilasi McLean, lalu mengiris jasadnya untuk dimakan. Sebelum ditangkap, dia turun memamerkan kepala korban kepada para penumpang yang bergidik ngeri.

Ketika polisi tiba di lokasi kejadian, banyak penumpang terduduk lemas di pinggir jalan dan menangis. Bahkan ada yang muntah-muntah. Sementara korban ditemukan dalam keadaan sudah tanpa mata dan sebagian jantungnya hilang. Diduga dimakan oleh Baker.

Tim McLean. (Foto: Facebook)

Baker kemudian dijebloskan ke penjara. Penyelidikan dilangsungkan dan pengadilan digelar. Hasil pemeriksaan, dokter mendiagnosa Baker menderita schizophrenia. Hakim memutuskan, pelaku direhabilitasi di Rumah Sakit Jiwa di Manitoba.

Di sana, Baker mendapatkan perawatan yang semustinya. Dia juga bertemu dengan Summerville yang konsen terhadap penderita schizophrenia. Kepada Summerville, Baker mau membuka hatinya. Dalam suatu wawancara pada 2012, Baker mengaku sadar bahwa orang-orang seperti takut padanya.

“Saya tahu orang-orang takut pada saya karena kejadian di bus Greyhound waktu itu. Saya tidak membahayakan siapa pun. Saya juga tidak percaya pada alien. Sekarang saya sudah tidak mendengar suara-suara lagi. Saya minum obat setiap hari. Saya menenggaknya dengan senang hati karena tidak ada lagi suara aneh yang muncul di kepala saya,” tutur Baker.

Pembebasan Baker lantas membuat ibunda korban, Carol de Delley khawatir. Dia menentang dilepaskannya pria berdarah China itu ke publik, katanya di Facebook, “saya benar-benar kehabisan kata-kata.” Sebab menurutnya, tak ada jaminan setelah dibebaskan pelaku bisa rutin meminum obatnya.

Ibu Tim McLean (22), Carol de Delley. (Foto: Shutterstock)

Pengadilan sebenarnya telah membiarkan Baker tinggal di apartemennya di Winnipeg sejak November 2016. Hanya saja dia masih dalam pengawasan dokter. Sekarang setelah pengadilan membebaskannya, dia takkan diawasi lagi.

Dokter yang menangani kasusnya, Jeffrey Waldman mengungkap, hal pertama yang ingin dilakukan Baker setelah bebas adalah mengunjungi keluarganya. Akan tetapi, dia akan tinggal dulu di Winnipeg selama dua sampai tiga tahun ke depan. Dia sedang mendaftar untuk program pelatihan dan rencana pengembangan karier di kota tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya