BEKASI - Nenek Maryati (70) yang hidup sebatang kara, dan harus mencari nafkah untuk membiayai hidupnya sebagai seorang pemulung. Ia pun menderita penyakit reumatik.
Nenek asal Pekalongan yang saat ini tinggal di sebuah kontrakan, di kampung Pangkalan Bambu, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, nampak dalam kondisi lemah atas sakit yang dialaminya sejak lama.
"Sakit reumatik saja ini sudah lama, sama perut sakit buang-buang air dari dua hari kemarin. Belum sempet berobat, tapi sudah minum obat warung dibeliin tetangga, sama pakai koyo cabe aja dikaki ngurangin sakit reumatik," kata Maryati dirumahnya, Sabtu (11/2/2017).
Akibat rasa sakit yang dideritanya itu, sang nenek harus beristirahat selama dua hari dari aktivitasnya memulung botol bekas.
"Mau kerja enggak bisa, kakinya gemeteran, perut juga enggak enak. Lagipula dari kemarin hujan, dan saya enggak dibolehin kerja sama ibu pemilik lapak karena kondisi sakit ini," ujar Maryati.
Saat ini, dirinya belum bisa berobat ke dokter lantaran uang yang dimilikinya tak cukup. Penyakit yang dialaminya itu hanya bisa diobatinya dengan obat-obatan warung, dan koyo.
"Belum berobat, uangnya enggak ada. Nanti saja. Ini kan sudah pakai koyo cabe, dan sudah beli obat warung," ujar Maryati yang mengaku, tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti, BPJS ataupun jaminan kesehatan lainnya.