KUALA LUMPUR – Tim Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dari KBRI Malaysia telah bertemu dengan Siti Aisyah di Kepolisian Cyberjaya Malaysia hari ini. Pertemuan tersebut adalah tindak lanjut dari pemberian akses kekonsuleran bagi Siti Aisyah dari pihak Malaysia yang sempat tertunda.
Menurut Wakil Duta Besar RI dari KBRI Kuala Lumpur, Andreano Erwin, Aisyah dalam keadaan sehat dan diperlakukan dengan sangat baik oleh pihak kepolisian. Hak-haknya sebagai seorang yang ditahan dipenuhi seperti menjalankan ibadah shalat. Aisyah juga mendapatkan makanan yang layak.
"Dapat disampaikan yang bersangkutan sehat wal afiat. Terlihat dari fisiknya tidak tampak letih. Jadi secara pendek dapat dikatakan diperlakukan dengan baik selama dalam tahanan," kata Erwin dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Sabtu (25/2/2017).
Dalam kesempatan itu, Erwin juga mengungkapkan bahwa Aisyah tidak mengetahui jika apa yang dilakukannya membawa implikasi bagi orang lain. Menurut Erwin, Aisyah tampak tidak mau bercerita banyak mengenai apa yang terjadi kepadanya dan pihaknya menghargai hal tersebut.
Kepada perwakilan KBRI Kuala Lumpur, Siti Aisyah menyampaikan permintaan agar pihak keluarganya tidak usah datang ke Malaysia. Sebaliknya, Aisyah meminta kepada keluarganya di Tanah Air untuk tidak memikirkan apa yang terjadi kepada dirinya. "Cukup doakan saja agar semua lancar," kata Erwin.
Sementara Erwin sendiri mengatakan kepada Aisyah untuk tidak perlu merasa khawatir. Pemerintah Indonesia dalam hal ini KBRI Kuala Lumpur akan terus bersamanya. Bahkan, ungkap Erwin, pihak KBRI telah berusaha mendapatkan akses konsuler sejak ia ditangkap.
"Kami menyampaikan hal tersebut ke dia hanya untuk memastikan bahwa untuk proses selanjutnya, kami akan tetap ada dan akan didampingi oleh pengacara dari kantor pengacara yang sudah kami tunjuk," tukas Erwin.
(Rahman Asmardika)