SIAPA yang enggak mau jadi orang kaya? Tapi susah memang untuk punya status sosial yang satu itu. Kalau enggak dengan cara korupsi, ya mesti mau berjuang dari bawah dan butuh waktu yang tidak sebentar serta usaha yang tak kenal capek.
Tapi kalau hanya untuk merasakan sensasi jadi orang kaya, jadi tuan tanah dan menguasai banyak hal, setidaknya enggak susah-susah amat kok.
Coba saja cari tukang mainan dan beli permainan 'Monopoli', atau kalau tidak mau repot cari tukang mainan, tinggal ‘donlot’ (download/unduh) di internet.
Melalui mainan itu, setidaknya kita bisa ngerasain tuh yang namanya jadi hartawan. Jangankan tanah, kota, bahkan negara bisa kita miliki lho!
Nah, sembari asyik merasakan sensasi jadi orang kaya dengan mainan Monopoli, sedikitnya penulis nge-share tentang sejarahnya nih.
Disarikan dari berbagai sumber, mainan Monopoli ini awalnya diciptakan seorang perempuan Amerika Serikat bernama Elizabeth ‘Lizzie’ Magie Phillips. Pertama kali dibuat pada 1903, Lizzie menamainya “Landlord’s Game” alias “Permainan Tuan Tanah”.
Ide permainan ini dimunculkan Lizzie tak luput dari teori seorang ekonom bernama George Henry. Teori tentang seorang tuan tanah yang menimbun kekayaannya lewat sebuah sistem sewa lahan sampai pihak yang menyewa tanah jatuh miskin karena bangkrut.
Nah, teori ini kemudian dibikin simpel alias sederhana dalam bentuk mainan oleh Lizzie yang lantas permainan ini dipatenkan setahun setelah diciptakan olehnya.
Tak dinyana, setelah muncul di kalangan publik, permainan ini digemari banyak orang. Mereka keranjingan merasakan sensasi jadi tuan tanah, sekaligus bisa memahami teori George Henry itu.
Kehebohan permainan ini membuat sebuah perusahaan mainan, Parker Brothers tertarik membeli hak paten dari Lizzie. Ketertarikan Parker Brothers disambut hangat dan sejak 1935, permainan ini terus dikembangkan dengan nama Monopoly.