JAKARTA – Sejumlah pemimpin dan pejabat dari negara di wilayah yang berbatasan dengan Samudera Hindia telah berkumpul di Indonesia. Mereka bertemu dalam agenda Konferensi Tingkat Tinggi Asosiasi Negara-Negara Lingkar Samudera Hindia (KTT IORA) 2017.
Adapun rangkaian KTT IORA 2017 kali ini adalah pertemuan tingkat menteri-menteri luar negeri dengan agenda pembacaan serta adopsi hasil rumusan dua dokumen yang disepakati pada pertemuan pejabat senior (Senior Official Meeting)
Tiga srikandi akan memimpin pertemuan tingkat menteri-menteri, yakni Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, dan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Maite Nkoana-Mashabane. Ketiganya juga akan menyampaikan pidato pembukaan.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, tampilnya tiga perempuan sebagai pimpinan sidang tersebut bertujuan untuk pemberdayaan perempuan dalam konteks IORA. Diplomat kelahiran Semarang itu berharap tidak ada lagi dokumen yang harus dibahas pada rangkaian pertemuan hari ini.
Selain pertemuan setingkat menteri luar negeri yang dijadwalkan berlangsung hingga waktu makan siang, rangkaian KTT IORA 2017 hari ini juga akan diwarnai dengan Pertemuan Bisnis IORA 2017 dan IORA Exhibition. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan membuka pertemuan bisnis tersebut.
Berdasarkan keterangan pers yang diterima Okezone, Senin (6/3/2017), agenda kemudian dilanjutkan dengan acara welcoming dinner atau makan malam untuk menjamu para tamu undangan. Dalam acara jamuan makan malam tersebut disajikan makanan khas nusantara serta ditampilkan pegelaran kesenian (art performance).
KTT IORA 2017 merupakan konferensi tingkat tinggi pertama yang diselenggarakan sejak berdiri pada 1997. Indonesia sebagai Ketua IORA periode 2015-2017 berinisiatif mengadakan KTT sebagai perayaan 20 tahun berdirinya asosiasi tersebut.
Penyelenggaraan KTT IORA 2017 yang mengangkat tema "Strengthening Maritime Cooperation for Peaceful, Stable & Prosperous Indian Ocean". Sejumlah isu prioritas menjadi pembahasan, antara lain: masalah keamanan dan keselamatan maritim; fasilitasi perdagangan dan investasi; manajemen perikanan; manajemen risiko bencana; kerjasama akademis; ilmu pengetahuan dan teknologi; serta kerjasama pariwisata dan pertukaran budaya.
(Emirald Julio)