100 HARI TRUMP: Undang Presiden Palestina ke Gedung Putih

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Sabtu 11 Maret 2017 03:04 WIB
Presiden AS Donald Trump mengundang Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Gedung Putih (Foto: Yves Herman/Reuters)
Share :

RAMALLAH – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump pernah mengungkapkan dukungannya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Dukungan tersebut memunculkan kemarahan dari pihak Palestina karena secara tidak langsung menghambat upaya kemerdekaan negara tersebut.

Namun, Presiden Donald Trump tampak mulai mengambil kebijakan berbeda. Politikus Partai Republik itu bahkan menyampaikan undangan kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk mengunjungi Gedung Putih.

“Presiden Donald Trump mengundang Presiden Abbas untuk mengunjungi Gedung Putih secepatnya untuk mendiskusikan cara melanjutkan proses politik, menekankan komitmen terhadap proses perdamaian antara Israel dan Palestina,” ujar juru bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rdainah, mengutip dari Reuters, Sabtu (11/3/2017).

Donald Trump dan Mahmoud Abbas sebelumnya melakukan pembicaraan lewat sambungan telefon. Sayangnya, Nabil Abu Rdainah tidak menyebut tanggal pasti pertemuan antara Donald Trump dengan Mahmoud Abbas. Satu hal yang pasti, Abbas akan menyampaikan keprihatinannya terhadap okupasi Israel serta pentingnya solusi dua negara (two-state solution).

“Presiden Abbas menegaskan komitmen terhadap perdamaian sebagai pilihan strategis untuk mendirikan negara Palestina berdampingan dengan negara Israel,” sambung Nabil Abu Rdainah, sebagaimana dimuat Straits Times.

Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu sempat menyatakan sedang melihat kemungkinan terkait solusi dua negara atau satu negara. Pria berusia 70 tahun itu mengatakan hanya menyukai satu solusi yang disukai baik oleh Palestina maupun Israel, apapun solusi tersebut.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya