Berbeda dengan kubu Basuki-Djarot yang menurut Hendri telah mengantongi semua dukungan yang ada.
"Kalau pak Ahok kan sebagai petahana dia hampir memiliki semua dukungan yang ada, dicitrakan dekat dengan jokowi dan didukung partai-partai besar," terangnya.
Meski demikian, hasil menunjukkan bahwa dukungan yang didapatkan oleh petahana tidak membuat pasangan calon (paslon) Ahok-Djarot bisa memenangkan Pilgub DKI melalui satu putaran.
"Dengan apa yang dimiliki pak Ahok kemarin harusnya dia bisa satu putaran tapi kan tidak berhasil," imbuhnya.
Hendro menganalisa, hasil di putaran pertama dapat menjadi indikator bahwa sebenarnya petahana tidak terlalu kuat seperti yang dibayangkan berbagai pihak selama ini dan memiliki kans untuk dikalahkan oleh penantangnya Anies-Sandi.
(Ulung Tranggana)