HISTORIPEDIA: Buru Senjata Pemusnah Massal, AS Lancarkan Invasi ke Irak

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 19 Maret 2017 06:01 WIB
Foto tentara Amerika Serikat tiba di Irak (Foto: AFP/Getty Images)
Share :

Dalam pidato yang disampaikan kepada rakyat AS malam itu, Bush mengatakan, Irak adalah sasaran selanjutnya perang melawan terorisme yang diawali dengan serangan ke Afghanistan pada 2001. Bush menegaskan tujuan lain dari serangan itu adalah untuk membantu rakyat Irak mencapai negara yang bebas, satabil dan bersatu. Presiden ke-43 AS itu juga menyadari ada penolakan dari dalam negeri dan menyatakan keputusan untuk melakukan serangan diambil meski dia sebenarnya enggan.

Akibat invasi AS ke Irak, Presiden Bush mendapat banyak kecaman. Pemerintahannya dituduh memiliki tujuan utama untuk menguasai minyak-minyak yang besar milik Irak atau pembalasan atas upaya pembunuhan yang dilayangkan Saddam.

Laporan mengenai kemungkinan salahnya informasi intelijen yang mendorong dilakukannya serangan semakin menambah sentimen anti-perang. Bush membantah pihaknya memanipulasi laporan tersebut untuk membenarkan invasi ke Irak.

Pada 15 Desember 2003, pasukan AS akhirnya berhasil mengangkap Saddam Hussein yang melarikan diri dan bersembunyi sesaat setelah perang dimulai.

Meski Bush telah menyatakan operasi di Irak tercapai pada akhir operasi tempur, 1 Mei 2003, serangan mematikan oleh pemberontak terhadap pasukan koalisi dan kontraktor di Irak terus berlangsung. Dalam empat tahun pertama setelah invasi, jumlah korban jiwa yang dialami tentara AS mencapai 3.000 orang dengan 23 ribu mengalami luka-luka. Seadangkan dari pihak sipil Irak, korban mencapai lebih dari 50 ribu jiwa.

(Emirald Julio)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya