Ia menduga, penyebaran surat ini dilakukan oleh oknum untuk menganggu kerukunan antar umat di Jakarta dan menyebarkan opini yang menyesatkan tentang dirinya dan Anies.
"By the way on the way busway, itu sangat keji. Digunakan oknum yang tidak bertanggung jawab dan oknum yang tidak menginginkan Jakarta itu rukun," tandasnya.
(Baca Juga: PKS: Pilkada DKI Telah Dicemari Limbah Fitnah!)
Sebelumnya, sebuah surat yang berisi kontrak politik beredar hingga menjadi viral di dunia maya. Dalam surat tersebut tertera nama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Disebutkan salah satu poin dalam surat itu, Anies-Sandi sepakat untuk menerapkan syariat Islam jika terpilih sebagai gubernur-wakil gubernur DKI untuk lima tahun ke depan. Surat tersebut juga dibubuhi tanda tangan Anies-Sandi dan perwakilan Forum Umat Islam (FUI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
(Feri Agus Setyawan)