LONDON – Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May mengatakan, pelaku serangan teror di London adalah seorang warga kelahiran Inggris yang telah dikenal oleh dinas Intelijen Inggris. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai identitas pria yang diduga memiliki kaitan dengan kelompok ekstremis itu.
“Apa yang bisa saya konfirmasi adalah bahwa pria itu lahir di Inggris dan beberapa tahun lalu dia diselidiki oleh MI5 terkait perkara ekstremisme,” kata PM May sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (23/3/2017).
Mantan Menteri Dalam Negeri Inggris itu menambahkan, pelaku serangan teror London bukanlah seorang tokoh inti dalam gerakan ekstremisme. Sebelum serangan terjadi, pria itu sama sekali tidak berada dalam pantauan intelijen. May juga mengatakan, intelijen Inggris tidak memiliki informasi mengenai niat pria itu melakukan aksi teror, begitu juga dengan rencananya.
Sebelumnya, media Inggris mewartakan, terduga pelaku serangan teror London sebagai Abu Izzadeen, seorang penganut paham aliran radikal dan pernah mendekam di penjara pada 2008. Namun, informasi itu diralat oleh Channel 4 yang menyebutkan bahwa Izzadeen ternyata masih berada di dalam tahanan.
(Rahman Asmardika)