INSIDEN reaktor nuklir paling serius dalam sejarah Amerika Serikat terjadi sekira 38 tahun lalu, tepat hari ini. Ketika tanda waktu menunjukkan pukul 03.58 pada 28 Maret 1979 itu, reaktor nuklir di Three Mile Island, dekat Harrisburg, Pennsylvania, memanas.
Pompa yang mengarahkan uap ke turbin listrik pabrik berhenti bekerja. Kondisi ini menyebabkan pompa sirkulasi air bocor. Tanpa air, suhu reaktor nuklir tersebut bisa meningkat secara drastis dan katup pembuangan terbuka. Katup tersebut bahkan tak mau menutup, membuat tekanan dalam bangunan mencapai tingkat berbahaya.
Reaktor nuklir unit 2 di Three Mile Island. (Foto: PHMC)
Melansir History, Selasa (28/3/2017), seorang operator yang belum memiliki pengalaman mengatasi situasi darurat kemudian membuat kesalahan fatal. Bukannya menutup katup pembuangan air, dia malah membuka saluran pembuangan lain dan menyebabkan semakin banyak air keluar dari tangki.
Alhasil, unit reaktor kedua kehilangan banyak air. Tidak berhenti sampai di situ, air yang mengalir memecahkan tangki. Air tersebut mengandung zat radioaktif dan dalam waktu singkat cairan berbahaya itu membanjiri reaktor Three Mile Island.
Lebih buruk lagi, operator mematikan sistem pendinginan utama yang biasanya mengambil mode otomatis. Kekeliruan demi kekeliruan terus terjadi, bencana tak terhindarkan. Zat radioaktif itu mau tak mau dialirkan ke perairan terdekat, yakni Sungai Susquehanna. Ini merupakan sungai terbesar dan terpanjang di timur laut Amerika Serikat dan jadi sumber air bagi banyak orang di Pennsylvannia.
Untuk itu, semua penduduk sekitar harusnya dievakuasi. Namun yang terjadi, tidak seorang otoritas pun diberitahu soal insiden di dalam reaktor nuklir itu sampai tiga jam berlalu. Sebagaimana operator di dalam reaktor sibuk sendiri memperbaiki kesalahan.
Akan tetapi, ketika berita tersebut akhirnya menyebar luas, insiden serius itu justru disepelekan. Dalam hitungan hari, tingkat radiasi di Three Mile Island meluas ke seperempat kabupaten. Sementara tingkat radiasi sudah meluas, operator reaktor terus sibuk berbenah. Mencoba mengendalikan situasi.
Meski agak terlambat, Gubernur Pennsylvania Richard Thornburgh akhirnya menanggapi serius. Dia memerintahkan semua perempuan hamil dan anak-anak dievakuasi dari kawasan yang sudah terkontaminasi.
Presiden Jimmy Carter dan Gubernur Pennsylvania Richard Thornburgh mengunjungi reaktor nuklir Three Mile Island. (Foto: dok. Komisi Regulator Nuklir AS/PHMC)
Penangananan di dalam reaktor terus berlanjut. Baru pada 31 Maret, masalah sebenarnya ditemukan. Reaktor nuklir tersebut berangsur-angsur pulih, ancaman kebocoran pun berakhir.
Presiden AS Jimmy Carter mengunjungi reaktor nuklir tersebut pada 1 April. Carter adalah seorang teknisi nuklir terlatih, dia pernah membantu menyelesaikan masalah yang menimpa reaktor nuklir di Kanada. Kedatangan sang presiden menenangkan warga. Namun demikian, kawasan di sekitarnya baru bisa dinyatakan sepenuhnya aman untuk dihuni lagi pada 9 April.
Setelah semua masalah selesai, penyelidikan dilakukan. Human error atau kelalaian manusia dan rancangan yang keliru dilaporkan sebagai penyebab utama insiden. Pada Maret 1984, Perusahaan Metropolitan Edison dinyatakan bersalah.
Perusahaan tersebut sudah tahu kalau metode pengujiannya tidak akurat, tetapi tidak memberitahu apalagi memberikan solusi. Insiden memanasnya reaktor nuklir di Three Mile Island juga mengungkap betapa masih buruknya prosedur penanganan, khususnya bidang evakuasi di daerah pembangunan reaktor nuklir apabila hal darurat sewaktu-waktu terjadi.
Rancangan yang dianggap bermasalah buatan Perusahaan Metropolitan Edison. (Foto: www.threemileisland.org)
Tidak seorang pun dinyatakan meninggal maupun terluka akibat insiden tersebut. Walaupun beberapa pekerja kemudian ditemukan terpapar radiasi tinggi. Awalnya tidak ada laporan warga terdampak radiasi, tetapi belakangan jumlah pasien kanker dan kelahiran cacat meningkat di sekitar lokasi kejadian.
Gara-gara insiden ini juga, reaktor nuklir unit 1 tidak dioperasikan lagi hingga 1985. Pembersihan zat berbahaya di unit 2 berlangsung hingga 1990. Akan tetapi, karena dinyatakan sudah rusak berat, akhirnya pabrik ini juga ditutup permanen.
Hingga hampir dua dekade berlalu sejak insiden di Three Mile Island itu, AS pun tak pernah lagi membangun reaktor nuklir baru. Satu insiden serius yang tak memakan korban jiwa seketika itu, bagaimana pun sudah menurunkan kepercayaan publik pada kehadiran sebuah mesin pembangkit listrik bertenaga nuklir.