KISAH: Sawney Bean, Kepala Keluarga Kanibal yang Makan Lebih dari Seribu Orang

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Jum'at 31 Maret 2017 08:00 WIB
Ilustrasi. Alexander Sawney Bean. (Foto: The Vintage News)
Share :

ALEXANDER “Sawney” Bean adalah seorang pria asal Skotlandia yang hidup sekira pada abad 13. Di negara asalnya, ia dikenal sebagai seorang pembunuh yang dengan tega memakan tubuh korbannya. Aksinya dipercaya berlangsung mulai dari abad 13 hingga abad 16, meskipun hingga kini masih belum pasti apakah kisah Sawney benar adanya atau hanya sepenggal cerita yang dibesar-besarkan.

Namun, sebagian warga Skotlandia sendiri percaya akan kebenaran kisah ini. Sawney dan keluarganya dipercaya telah membunuh lebih dari seribu orang. Pada awal hidupnya, Sawney menyadari bahwa dirinya bukanlah orang yang jujur. Ia kemudian pergi meninggalkan rumahnya dan menikah dengan seorang perempuam yang memiliki 'selera makanan yang sama'. Keduanya sama-sama memiliki sifat buruk.

Pantai di mana diduga keluarga Sawney tinggal. (Foto: The Vintage News)

Pasangan tersebut kemudian tinggal di sebuah gua bernama Bennane di Ayrshire, Skotlandia. Di dalam gua tersebut dibangun banyak sekat ruangan dan terowongan. Meskipun pintu gua lokasinya berada di dekat pantai dan terkena banjir sebanyak dua kali sehari saat air pasang, namun pasangan tersebut tetap betah menetap di sana hingga 25 tahun lamanya.

Mereka kemudian memiliki 14 orang anak dan 22 cucu. Sebagian besar cucu Sawney dan istri adalah hasil hubungan sedarah antara anak-anaknya. Sawney dikisahkan tidak menjalani hidup layaknya orang normal pada umumnya. Karena ia tidak menyukai kejujuran, akhirnya ia memilih untuk tidak bekerja.

Keluarga Sawney pun hidup dengan cara merampok orang asing. Tak hanya merampok, mereka akan membawa tubuh korbannya untuk dimakan. Sisa-sisa potongan tubuh korban biasanya akan ditemukan di sekitar wilayah pantai oleh warga desa setempat. Tak ada dari mereka yang menduga bahwa pelaku pembunuhan berada di dalam gua sekitar pantai. (rav)

Anggota keluarga Sawney pun semakin lama semakin bertambah, begitu juga kebutuhan makan mereka. Suatu hari sepasang suami-istri berusia lanjut diserang oleh keluarga Sawnery. Ternyata suami-istri tersebut pergi dengan rombongan yang berjumlah 20 orang. Keduanya tewas, namun inilah awal mula kejahatan keluarga Sawney terbongkar.

Anggota rombongan pasangan korban tersebut menjadi saksi kesadisan keluarga Sawney. Mereka kemudian melaporkan hal ini ke pihak berwenang. Laporan inilah yang kemudian membuka tabir misteri terkait beberapa orang hilang dan tewas secara misterius.

Setelah mendengar kabar ini, Penguasa Skotlandia pada masa itu, Raja James I, memutuskan untuk datang sendiri ke Ayrshire dengan didampingi pasukannya dan anjing pelacak. Berkat bantuan anjing pelacak, tempat persembunyian keluarga Sawney pun dengan cepat terbongkar. Mereka yang tak kuasa melawan pasukan raja akhirnya ditangkap dan dibawa ke Edinburgh.

Raja James I (Foto: The Vintage News)

Keluarga Sawney yang saat itu jumlahnya mencapai 48 orang dihukum mati bersama-sama. Mereka dihukum dengan cara yang sama persis saat mereka membunuh korban mereka. Tubuh keluarga Sawney dimutilasi dan dibiarkan mati kehabisan darah. Sementara, para perempuan keluarga Sawney dibakar hidup-hidup layaknya menghukum para penyihir di masa itu. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
EA EA
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya