Dalam rekening listrik era kolonial Belanda tertulis jelas dalam tinta berwarna hitam dengan bahasa Belanda NV Solosche Electriciteit Maatscchapai (SEM) yang kelak menjadi cikal bakal PLN masa kini.
"Selain itu juga tertulis imbauan dalam bahasa Melayu dan Belanda yang menyebutkan imbauan jam buka pembayaran tagihan listrik," ucap Sudaryanto.
Salah satu tulisan yang ada dalam rekening listrik tersebut adalah "SOEPAYA LEKAS DITOELOENG HAREP KITIR INI DI BAWAK". Disebutkan juga besarnya tagihan listrik yang harus dibayarkan yakni 30.10 Gulden dengan beban listrik sebesar 60 watt dengan nomor register 3325.6.D2C4.
"Rekening ini ditawar oleh kolektor barang antik asal Belanda sebesar Rp55 juta rupiah. Namun tidak saya lepas. Biar ini menjadi koleksi pribadi saya," pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)