NEWS STORY: Kisah Gemilang AR Baswedan di Mesir hingga Terdampar di Singapura

Randy Wirayudha, Jurnalis
Sabtu 15 April 2017 16:05 WIB
Abdurrahman "AR" Baswedan (kanan) saat ikut delegasi RI dalam mendulang pengakuan pertama RI dari Mesir (Foto: Wikipedia)
Share :

Sesampainya di Mesir, H Agus Salim meminta AR Baswedan menerjemahkan sebuah tbuku tentang tata cara diplomat-diplomat tentang cara berkenalan di Timur Tengah. Namun AR Baswedan malah menyelinap mencari informasi ke sana ke mari.

AR Baswedan ‘keluyuran’ untuk bertemu beberapa tokoh, sastrawan dan pers, sekaligus menyebarkan informasi tentang Indonesia. Nalurinya sebagai wartawan di masa pergerakan juga menggerakkan dirinya untuk mendengar dan mencatat tanggapan masyarakat Mesir soal kedatangan delegasi RI.

Mulanya H Agus Salim agak marah, namun setelah mengakui soal apa saja yang dilakukannya selama ‘keluyuran’ dan melihat sendiri hasilnya (masyarakat Mesir mulai mendukung RI), H Agus Salim mengurungkan amarahnya.

Berselang setelah bertemu para pemimpin Mesir, jadilah negeri yang terkenal akan Sungai Nil dan Piramida-nya itu jadi negara pertama yang mengakui kedaulatan RI baik de jure maupun de facto. Resminya pengakuan itu juga dituangkan dalam dokumen perjanjian persahabatan RI-Mesir.

Misi Penting Membawa Pulang Dokumen Berharga 

Dokumen inilah yang kemudian dipercayakan kepada AR Baswedan untuk dibawa pulang ke Indonesia. Pasalnya H Agus Salim mesti menyusul Sutan Sjahrir untuk menghadap Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tak ikut kembali ke Tanah Air bersama AR Baswedan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya