Terwelu juga dikenal cepat saat berkembang biak. Selain itu saat berkembang biak, biasanya cukup banyak dan oleh karenanya, dipercaya sebagai simbol kehidupan baru yang berlimpah.
Disebutkan pula bahwa perayaan ini biasanya dilakukan kaum pagan suku Saxon di Eropa Utara dan Inggris. Makanya kalau dalam bahasa Inggris, gereja-gereja di sana hingga kini Hari Paskah disebut Easter Day. Seiring berjalannya waktu, hewan terwelu tergantikan dengan kelinci di setiap Paskah.
Nah kalau telur, biasanya dianggap merepresentasikan pesan-pesan ajaran Kristiani tentang kebangkitan Isa Almasih dari kematian. Kalau untuk umat Kristen Ortodoks, biasanya telur Paskah diwarnai merah yang melambangkan darah Isa Almasih, serta hijau yang melambangkan tunas-tunas baru di musim semi.
Kalau yang “merintis” bagi-bagi telur Paskah kepada orang lain di Hari Paskah, disebutkan umat Kristen Mesopotamia yang memulainya. Kemudian kalau cross bun atau roti dengan tanda silang di atasnya, merepresentasikan tentang tiang salib yang jadi tempat Isa Almasih mengorbankan nyawanya.
(Randy Wirayudha)