BOGOR - Kecelakaan yang kerap terjadi di Jalur Puncak khusunya di Tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ternyata menyimpan cerita misteri tersendiri.
Banyak warga percaya bahwa di sekitar lokasi itu, kerap mendengar suara tangisan perempuan pada malam hari. Selain itu, sosok abstrak hitam juga sering muncul menyeberang jalan.
Seperti yang diutarakan Sarif (36) warga Kampung Gadog, Cipayung, Kecamatan Megamendung ini mengaku masyarakat sekitar kerap mendengar suara tangisan perempuan pada malam hari.
"Biasanya habis kecelakaan gini, warga sini suka dengar tangisan perempuan di jalan," katanya, saat ditemui di lokasi kecelakaan beruntun di Tanjakan Selarong, Bogor, Minggu (23/4/2017).
Selain suara tangisan, warga sekitar maupun pengendara yang melewati Tanjakan Selarong juga sesekali melihat sosok astral berwarna hitam yang menyebrang jalan dengan cepat.
"Kadang juga ada warga yang melihat sosok seperti orang tapi hitam semua lagi nyebrang jalan tapi sekelebat gitu. Biasanya malam atau ya habis ada kecelakaan seperti ini," jelasnya.
Karena itu, warga sekitar percaya bahwa di Tanjakan Selarong itu banyak sosok gaib penunggu jalan tersebut. Namun, warga tidak mengaitkan kecelakaan yang terjadi dengan sosok gaib yang sering dilihat.
"Dulu itu di sini jalannya masih kecil, hutan sama sawah. Lama-lama dibangun jadi besar. Ya namanya penunggu, warga percaya, intinya kalau lewat sini harus hati-hati," ungkapnya.
Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Bogot Iptu Asep Saepudin mengaku lokasi tersebut memang salah satu jalur tengkorak di Jalur Puncak yang menelan korban kecelakaan paling banyak.
"Iya, di Tanjakan Selarong ini memang yang paling sering terjadi kecelakaan dan menelan korban jiwa paling banyak dibanding lokasi lainnya di sepanjang Jalan Raya Puncak," ujar Asep.
Kontur jalan yang menurun panjang serta licin saat hujan membuat kendaraan besar khususnya bus dan truk yang melintas hilang kendali atau rem blong sehingga menyebabkan kecelakaan.
"Salah satu faktornya itu, tapi kelalaian kondisi sopir, seperti konsentrasinya dan kelayakan kendaraan juga menjadi faktor utama penyebab kecelakaan yang banyak menelan korban" paparnya.
Untuk itu, pihaknya selalu menghimbau agar pengendara yang melintas di Jalur puncak agar berhati-hati dan mengecek kondisi kendaraan dan kesehatan sopir sebelum melakukan perjalanan.
"Kami imbau, masyarakat khususnya yang melakukan perjalanan di Jalur Puncak untuk berhati-hati. Patuhi aturan lalu lintas yang ada untuk meminimalisir adanya kecelakaan," tutupnya.
(Mufrod)