Korut Sebut Upaya Pembunuhan Kim Jong-un sebagai Deklarasi Perang

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Sabtu 06 Mei 2017 15:08 WIB
Pemimpin Korut, Kim Jong-un. (Foto: KCNA/Reuters)
Share :

PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) kini tengah menyiapkan sejumlah persiapan untuk melakukan aksi pembalasan terhadap percobaan pembunuhan yang dialamatkan kepada pemimpin mereka Kim Jong-un. Sebagaimana diketahui, Korut menuding badan intelijen Amerika Serikat (CIA) dan Korea Selatan (Korsel) berupaya membunuh diktator muda itu dengan melancarkan serangan kimia.

Informasi tersebut didapatkan dari keterangam resmi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Korut yang dirilis media setempat yakni Korean Central News Agency (KCNA). Serangan terhadap Kim Jong-un tersebut dilancarkan pada 15 April 2017 bertepatan saat Korut menggelar perayaan Hari Matahari (peringatan lahirnya pendiri Korut) atau saat berlangsungnya parade militer di Ibu Kota Pyongyang.

"Iblis pembunuh yang bersekongkol dengan CIA menyuap warga Korut bermarga Kim, yang merupakan pekerja industri kayu di wilayah Khabarovsk Rusia pada Juni 2014. Dan mengubahnya menjadi teroris yang penuh dengan kebencian dan hasrat balas dendam terhadap pimpinan tertinggi Korut," tulis pernyataan tersebut sebagaimana dinukil dari IBTimes, Sabtu (6/5/2017).

Tak hanya itu, pernyataan resmi Kemenhan Korut juga menjelaskan bahwa serangan kimia tersebut menggunakan zat biokimia termasuk zat radioaktif dan zat beracun nano. Tanpa memberikan bukti konkret, keterangan itu menyebut pelaku percobaan pembunuhan terhadap Kim Jong-un dibayar lebih dari Rp250 juta. 

Meski masih banyak yang meragukan kebenaran informasi tersebut, Korut secara tegas mengumumkan akan meluncurkan serangan antiteroris bergaya Korea untuk menyingkirkan organisasi pengembang intelijen dan plot imperialis AS serta Korsel.

Kemenhan Korut bahkan menyebut upaya pembunuhan Kim Jong-un merupakan deklarasi perang paling nyata. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi 'plot jahat' yang diciptakan AS bersama 'bonekanya', Korsel.

"Bukan rahasia bahwa imperialis AS dan bonekanya semakin lama semakin ceroboh dalam bertindak setiap harinya untuk melawan markas besar revolusi Korea. Oleh karena itu, tekad kami adalah untuk membungkam semua simpul plot dan trik yang dibuat CIA dan IS (badan intelijen Korsel), sebagai sumber semua kejahatan di dunia. Serangkaian tindakan anti-terorisme yang lebih hebat akan segera dimulai," tutup Kemenhan Korut. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya