Tak hanya Metal Detector, Budi menyatakan juga akan memaksimalkan fungsi dari kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV). Mengingat, ketika teror bom Kampung Melayu, polisi terbantu dengan adanya rekaman kamera pengawas Halte Transjakarta.
"Total kita ada 238 halte dan CCTV kita itu ada lebih dari 1.500. Jadi sebetulnya itu sangat efektif. Dan kami operate control room kami itu mempekerjakan sekitar 300 orang. Jadi itu nanti akan lebih fokus untuk memperhatikan setiap CCTV," jelas Budi.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menekankan alat Metal Detector tidak akan dipasang di seluruh Halte Transjakarta. Hanya di lokasi yang strategis dan pusat aktivitas masyarakat.
"Metal detector itu di beberapa lokasi yang strategis, tidak semua," ujar Djarot kesempatan yang sama.
Namun, politikus PDIP itu masih enggan memaparkan lebih dalam mengenai pemasangan alat tersebut. "Itu akan rancang nanti. Tidak boleh disampaikan sekarang," ujar Djarot.