PETALING JAYA – Insiden pembajakan sempat terjadi di atas pesawat maskapai Malaysia Airlines MH128 tujuan Kuala Lumpur. Pesawat yang lepas landas dari Melbourne itu akhirnya berputar balik ke Bandara Tullamarine, Australia.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Malaysia, Datuk Seri Abdul Aziz Kaprawi memastikan, penumpang yang hendak membajak pesawat itu dalam keadaan mabuk. Penumpang bermasalah itu sempat mengancam akan meledakkan pesawat dan memaksa masuk ke dalam kokpit.
“Malaysia Airlines melakukan keamanan dan pengamanan level tinggi, sehingga mereka memutuskan kembali. Para kru berhasil menangani penumpang dan begitu mereka mendarat, mereka menghubungi petugas bandara agar penumpang itu ditangkap,” tutur Abdul Aziz Kaprawi, dilansir The Star, Kamis (1/6/2017).
“Saya tidak punya informasi apakah pesawat akan segera terbang kembali. Tetapi, diyakini tersangka merupakan warga negara Sri Lanka, dan dia dalam keadaan mabuk. Itu bukan pembajakan. Hanya seorang penumpang pengganggu yang hendak masuk ke kokpit,” sambungnya.
Ia menambahkan, penumpang warga negara Sri Lanka sempat mengklaim memiliki bom, tetapi sesungguhnya benda yang dipegangnya adalah powerbank. Pernyataan senada diungkapkan pihak maskapai Malaysia Airlines yang mengonfirmasi tidak ada percobaan pembajakan.
“Malaysia Airlines ingin menegaskan bahwa tidak ada upaya pembajakan pesawat. MH128 mendarat kembali dengan selamat di Melbourne. Penumpang sudah diamankan satuan pengamanan bandara. Malaysia Airlines bersama dengan otoritas Australia akan menyelidiki insiden tersebut,” bunyi pernyataan resmi pihak maskapai.
(Wikanto Arungbudoyo)