MELBOURNE – Insiden percobaan pembajakan oleh seorang warga negara Sri Lanka di pesawat maskapai Malaysia Airlines MH128 berbuntut panjang. Selain penumpang bermasalah itu ditahan otoritas, operasional penerbangan di Bandara Tullamarine, Melbourne, Australia, terganggu.
Kepala Humas Bandara, Grant Smith, mengatakan bahwa penerbangan dari dan menuju Tullamarine ditangguhkan serta dialihkan untuk sementara waktu. Beberapa pesawat yang sedianya dalam status siap lepas landas terpaksa tidak diizinkan mengudara.
“Seluruh penumpang dengan jadwal terbang hari ini harus mengecek langsung ke pihak maskapai mengenai informasi terbaru terkait penerbangan,” tutur Grant Smith lewat surat elektronik (surel), mengutip dari The Star, Kamis (1/6/2017).
Ia menambahkan, semua pihak yang hendak menyambut kedatangan penumpang di Bandara Tullamarine lebih baik menunda niatnya tersebut dan tetap berada di rumah. Insiden tersebut kini ditangani di bawah koordinasi Kepolisian Negara Bagian Victoria.
“Kami mendapat panggilan darurat ke Bandara Tullamarine pada Rabu 31 Mei 2017 sekira pukul 23.40 setelah ada permintaan bantuan dari sebuah maskapai. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat dan semua penumpang sudah keluar serta berbicara dengan tim penyidik,” tutur Divisi Humas Kepolisian Victoria, Adam West.
Seluruh penumpang MH128 diminta meninggalkan barang-barang bawaan di atas pesawat sementara mereka diamankan di terminal bandara. Seorang penumpang MH128 bernama Fariza Zanuddin mengatakan, otoritas bandara memberi mereka makan dan minum sementara menunggu status penerbangan menuju Kuala Lumpur, Malaysia, yang tertunda.
Sebagaimana diberitakan, pesawat maskapai Malaysia Airlines MH128 tiba-tiba berputar balik ke Bandara Tullamarine setelah seorang penumpang mencoba masuk ke kokpit serta mengancam akan meledakkan burung besi tersebut. Ia diketahui dalam keadaan mabuk saat melakukan percobaan pembajakan.
(Wikanto Arungbudoyo)