JENDERAL Charles de Gaulle bisa dianggap sebagai pahlawan terbesar Prancis setelah Napoleon Bonaparte. Sosoknya dipandang sebagai bapak bangsa hingga dibuatkan monumen khusus di atas makamnya di Colombey.
Jasa yang paling diingat dari Jenderal Charles de Gaulle adalah mengusir Nazi Jerman dari Prancis usai Perang Dunia II. Ia sempat melarikan diri ke London, Inggris, setelah Perdana Menteri (PM) Henri Petain menandatangani perjanjian gencatan senjata pada Juni 1940.
Beberapa tahun sebelumnya, de Gaulle sempat mendesak negaranya untuk memodernisasi angkatan bersenjata, tetapi tidak digubris. Di London, ia berhasil mengorganisir Pasukan Pembebasan Prancis dan memimpin koloni ke Sekutu.
Charles de Gaulle ditunjuk sebagai kepala pemerintahan Prancis walau berada di pengasingan pada Juni 1944 atas kesuksesannya menaklukan Afrika Utara. Seturut invasi Sekutu ke Prancis untuk menumpas Nazi pada 26 Agustus 1944, Charles de Gaulle kembali ke Paris dan disambut dengan meriah.
Ia bahkan ditunjuk sebagai Presiden sementara Prancis pada November 1944. De Gaulle mengundurkan diri dua bulan kemudian dengan alasan tidak memiliki cukup kekuasaan. Ia lalu mendirikan partai politik baru tetapi tidak mampu menuai kesuksesan. Charles de Gaulle mengundurkan diri dari pemerintahan pada 1953.