Dinukil dari History, Jumat (2/6/2017), ia kembali pada 2 Juni 1958 untuk memimpin negara karena adanya revolusi Aljazair yang menciptakan krisis politik di Prancis sepanjang Mei. Charles de Gaulle menyusun konstitusi baru dan terpilih sebagai Presiden Republik Kelima Prancis pada Desember 1958.
Selama 10 tahun masa pemerintahannya, Presiden Charles de Gaulle memberikan kebebasan kepada Aljazair. Ia mencoba mengembalikan Prancis ke tatanan internasional dengan menarik diri dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) buatan Amerika Serikat (AS) serta mendorong pengembangan senjata atom dalam negeri.
Namun, demonstrasi pelajar dan aksi mogok dari kalangan pekerja pada 1968 menurunkan popularitasnya hingga ke titik nadir. Charles de Gaulle sempat mengajukan reformasi konstitusi pada 1969, tetapi kalah dalam referendum nasional. Ia lalu mengundurkan diri secara permanen dari dunia politik pada 28 April 1969 di usia 79 tahun.
Jenderal besar setelah Napoleon itu meninggal dunia pada 1970 di Colombey. Untuk mengenang jasanya, pemerintah Prancis membuatkan monumen khusus. Namanya juga diabadikan sebagai pintu gerbang utama Negeri Mode, Bandara Internasional Charles de Gaulle di Paris.
(Emirald Julio)