HISTORIPEDIA: Kembali dari Masa Pensiun, Charles de Gaulle Pimpin Prancis Keluar dari Krisis

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Jum'at 02 Juni 2017 06:01 WIB
Foto pahlawan Prancis, Charles de Gaule (Foto: Istimewa)
Share :

JENDERAL Charles de Gaulle bisa dianggap sebagai pahlawan terbesar Prancis setelah Napoleon Bonaparte. Sosoknya dipandang sebagai bapak bangsa hingga dibuatkan monumen khusus di atas makamnya di Colombey.

Jasa yang paling diingat dari Jenderal Charles de Gaulle adalah mengusir Nazi Jerman dari Prancis usai Perang Dunia II. Ia sempat melarikan diri ke London, Inggris, setelah Perdana Menteri (PM) Henri Petain menandatangani perjanjian gencatan senjata pada Juni 1940.

Beberapa tahun sebelumnya, de Gaulle sempat mendesak negaranya untuk memodernisasi angkatan bersenjata, tetapi tidak digubris. Di London, ia berhasil mengorganisir Pasukan Pembebasan Prancis dan memimpin koloni ke Sekutu.

Charles de Gaulle ditunjuk sebagai kepala pemerintahan Prancis walau berada di pengasingan pada Juni 1944 atas kesuksesannya menaklukan Afrika Utara. Seturut invasi Sekutu ke Prancis untuk menumpas Nazi pada 26 Agustus 1944, Charles de Gaulle kembali ke Paris dan disambut dengan meriah.

Ia bahkan ditunjuk sebagai Presiden sementara Prancis pada November 1944. De Gaulle mengundurkan diri dua bulan kemudian dengan alasan tidak memiliki cukup kekuasaan. Ia lalu mendirikan partai politik baru tetapi tidak mampu menuai kesuksesan. Charles de Gaulle mengundurkan diri dari pemerintahan pada 1953.

Dinukil dari History, Jumat (2/6/2017), ia kembali pada 2 Juni 1958 untuk memimpin negara karena adanya revolusi Aljazair yang menciptakan krisis politik di Prancis sepanjang Mei. Charles de Gaulle menyusun konstitusi baru dan terpilih sebagai Presiden Republik Kelima Prancis pada Desember 1958.

Selama 10 tahun masa pemerintahannya, Presiden Charles de Gaulle memberikan kebebasan kepada Aljazair. Ia mencoba mengembalikan Prancis ke tatanan internasional dengan menarik diri dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) buatan Amerika Serikat (AS) serta mendorong pengembangan senjata atom dalam negeri.

Namun, demonstrasi pelajar dan aksi mogok dari kalangan pekerja pada 1968 menurunkan popularitasnya hingga ke titik nadir. Charles de Gaulle sempat mengajukan reformasi konstitusi pada 1969, tetapi kalah dalam referendum nasional. Ia lalu mengundurkan diri secara permanen dari dunia politik pada 28 April 1969 di usia 79 tahun.

Jenderal besar setelah Napoleon itu meninggal dunia pada 1970 di Colombey. Untuk mengenang jasanya, pemerintah Prancis membuatkan monumen khusus. Namanya juga diabadikan sebagai pintu gerbang utama Negeri Mode, Bandara Internasional Charles de Gaulle di Paris.

(Emirald Julio)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya