OKEZONE STORY: Kisah Raja Spanyol yang Meninggal Tanpa Darah dengan Kepala Penuh Air

Silviana Dharma, Jurnalis
Sabtu 10 Juni 2017 08:01 WIB
Raja Charles II dari Spanyol. (Foto: Uroweb)
Share :

Catatan sejarah lain berasal dari sejarawan Amerika, Will dan Ariel Durant. Mereka adalah penulis buku The Story of Civilization. Keduanya menggambarkan Charles II sebagai orang yang pendek, lumpuh, menderita epilepsi, pikun, dan benar-benar botak sebelum berusia 35. Dia juga selalu berada di ambang kematian, tetapi berulang kali membingungkan kaum Kristen dengan kemampuannya untuk terus hidup.

Bisa jadi itulah yang membuat Charles II dari Spanyol dijuluki Bewitched. Charles  II lahir di Madrid pada 1661. Ia adalah putra dari hasil pernikahan Raja Philip IV dari Spanyol dan istri keduanya, Mariana dari Austria.

Pada saat kematiannya, Philip IV hanya bisa memiliki oleh Charles sebagai putra dan ahli waris yang masih bertahan. Sayangnya, sang pangeran menderita cacat secara fisik dan mental. Kemampuan intelektualnya rendah dan emosinya labil. Kendati begitu, perlu diketahui kalau kondisinya yang separah itu juga buah dari pernikahan inses atau sedarah kedua orangtuanya. Perkawinan sedarah memang biasa terjadi pada kalangan bangsawan Eropa abad ke-17, dan keluarga kerajaan Spanyol tidak terkecuali.

Apalagi kasus Habsburg adalah kasus ekstrem. Mereka telah memenangkan kepemilikan kekuasaan mereka sebagian besar melalui perkawinan silang dan tak tergoyahkan ketika mulai memperkukuhnya dengan menikahi keluarga bangsawan lain.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya