PYONGYANG - Sudah menjadi rahasia umum jika Korea Utara (Korut) kini tengah gencar mengembangkan program rudal antarbenua (ICBM) untuk menghantam daratan Amerika Serikat (AS). Namun, negara yang menjadi target sasaran justru meragukan negara tertutup itu mampu menciptakan senjata mematikan tersebut.
Presiden AS, Donald Trump sebelumnya pernah berkicau di Twitter resmi miliknya dan menyebut Korut tak akan berhasil dengan program ICBM. "Itu tidak akan terjadi!" tulis Trump dalam cuitannya pada Januari 2017.
Bussines Insider Selasa (13/6/2017) mewartakan, negara yang dipimpin diktator muda Kim Jong-un itu menegaskan, bahwa menghantam negeri Paman Sam bukanlah sesuatu hal yang mustahil.
"Jarak Korut dengan New York hanya sekira 10.400 kilometer (km) jauhnya. Dan jarak itu bukanlah karak yang jauh untuk bisa dihantam. Trump mengatakan pada awal tahun ini bahwa rudal Korut tak akan pernah bisa menghantam AS. Tapi hasil uji coba dalam beberapa waktu terakhir ini menunjukkan bahwa hal itu tidak akan lama lagi," terang pihak Korut.
ICBM memiliki jarak minimal sejauh 5.500 kilometer (km), tetapi beberapa tipe ICBM didesain untuk menempuh jarak 10 ribu km atau lebih.
Sementara itu, pihak AS sendiri sebelumnya telah melakukan uji coba sistem pertahanan untuk menembak jatuh rudal balistik antarbenua Korut pada Mei 2017. Saat ini AS memiliki 32 rudal pencegat di Fort Greely, Alaska dan empat di Pangkalan Udara Vandenberg. Sementara delapan unit rudal lagi akan mulai dapat digunakan di akhir tahun ini.
(Rifa Nadia Nurfuadah)