Hal mengejutkan dari kasus tersebut beberapa hari kemudian setelah diketahui bahwa polisi sebenarnya bisa mengungkap aksi gila Dahmer lebih cepat. Alih-alih melakukan hal itu polisi justru membantu Dahmer membunuh korbannya.
Rupanya, dua bulan sebelum penangkapan Dahmer, polisi menerima panggilan mengenai seorang remaja 14 tahun yang dikejar dalam keadaan berdarah oleh Dahmer di lorong apartemen. Petugas yang menerima panggilan itu kemudian merespons dengan mengembalikan remaja itu kepada Dahmer karena mengira kejadian itu hanyalah sebuah konflik domestik. Remaja itu akhirnya dibunuh oleh Dahmer dan polisi penerima panggilan tersebut kehilangan pekerjaannya.
Pemeriksaan forensik di apartemen Dahmer mengungkap setidaknya ada 11 korban yang dibunuh di sana, dengan korban pertama dibunuh pada Maret 1989. Dahmer kemudian mengakui telah melakukan total 17 pembunuhan dalam semua, berasal dari korban pertamanya pada tahun 1978.
Juri menolak pembelaan dengan alasan kejiwaan yang diajukan Dahmer, dan dia dijatuhi hukuman 15 masa hukuman seumur hidup. Setelah selamat dari satu upaya pembunuhan pada Juli 1994, Jeffrey Dahmer tewas dibunuh oleh narapidana lain pada 28 November 1994.
(Rahman Asmardika)