MANILA – Seorang wali kota di Filipina selatan yang menjadi salah satu sasaran utama dalam daftar tersangka gembong narkoba Presiden Rodrigo Duterte dilaporkan terbunuh dalam penggerebekan polisi di Mindanao. Reynaldo Parojinog menjadi wali kota ketiga yang terbunuh dalam perang melawan narkotika yang dijalankan Pemerintah Filipina sejak Presiden Rodrigo Duterte memegang jabatan pada 2016.
BACA JUGA: Baku Tembak dengan Polisi, Wali Kota di Filipina Tewas
Reynaldo yang menjabat sebagai Wali Kota Ozamic tewas dalam baku tembak dengan polisi yang melakukan penggeledahan di rumahnya. Berdasarkan keterangan Kepala Kepolisian Mindanao, Timoteo Pacleb yang dilansir Reuters, Minggu (20/7/2017), sejumlah senjata api berkekuatan tinggi dan narkotika jenis metamfetamine yang jumlahnya tidak disebutkan berhasil disita.
Timoteo mengatakan, polisi mendapatkan tembakan dari Reynaldo yang akhirnya memaksa mereka untuk membalas tembakan tersebut. Beberapa orang lain, termasuk istri Reynaldo juga dilaporkan tewas dalam baku tembak tersebut.
"Reynaldo, jika Anda ingat, termasuk dalam daftar kepribadian yang disebut Presiden Duterte terlibat dalam perdagangan narkoba ilegal,” kata Juru Bicara Kepresidenan Ernesto Abella.
Pada November 2016, Wali Kota Albuera yang diminta untuk menyerahkan diri oleh Duterte terkait dugaan keterlibatannya dalam bisnis narkoba tewas terbunuh dalam baku tembak yang terjadi di sel tahanannya. Sebulan sebelumnya, wali kota lain yang juga dicurigai terlibat dalam gembong narkoba di selatan Mindanao juga terbunuh bersama sembilan orang lainnya dalam baku tembak dengan polisi di pos pemeriksaan Cotabato pada Oktober.
Keduanya disebut berada dalam daftar pejabat yang diduga memiliki kaitan dengan perdagangan obat bius ilegal. Dalam beberapa kesempatan, Duterte memperlihatkan daftar berupa buku tebal yang disebut berisi sekira 3.000 nama.
(Silviana Dharma)