LOS ANGELES – Seorang pria bersenjata meletuskan tembakan di depan Konsulat Jenderal China di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Selasa 1 Agustus pagi. Setelah menunaikan aksinya, dia segera menghabisi diri sendiri di dalam mobil yang terparkir dekat lokasi kejadian.
Polisi Los Angeles, Michael Lopez, mengatakan bahwa tak seorang pun terluka dalam insiden penembakan tersebut. Lagipula aksi itu berlangsung pada pukul 06.00, sebelum kantor perwakilan China buka.
Seperti dinukil dari The Star, Rabu (2/8/2017), pelaku ditemukan tewas akibat luka tembak di dalam mobilnya. Lopez cs meyakini, pelaku sendiri yang menarik pelatuk senjata apinya. Motif pelaku hingga saat ini masih didalami.
Identitas pelaku dan rincian senjata yang dipakai sayangnya tidak dipublikasikan. Lopez menjelaskan, itu karena kepolisian AS jarang memberikan pernyataan terkait kasus bunuh diri. Seorang pejabat konsulat belakangan membeberkan, usia pelaku sekira 60 tahun dan berwajah Asia.
Seorang staf bersaksi, pelaku melontarkan 17 kali tembakan. Buktinya, peluru tersebut sukses meninggalkan jejak berlubang di jendela dan fasad gedung konsulat.
Pasca-insiden, Konsulat Jenderal China mengeluarkan pernyataan singkat. Mereka menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan meminta pemerintah Amerika Serikat mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi para diplomat yang bekerja di dalamnya dan menjaga keamanan gedung. Negeri Tirai Bambu juga berharap AS dapat mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
Insiden serupa pernah terjadi pada 2011. Waktu itu, seorang pria berdarah China yang dinaturalisasi menjadi warga negara AS, ditahan polisi karena menembaki gedung konsulat China di Los Angeles. Kejadian itu juga tidak menimbulkan korban jiwa.
(Silviana Dharma)