(Baca juga: Peran Donald Trump dan Amerika Serikat di Balik Sanksi Terbaru PBB atas Korut)
China dan Rusia sepakat bahwa Korut sudah waktunya menyerah dalam mengembangkan senjata nuklir dan berhenti memprovokasi kemarahan dunia. Namun, kedua negara tersebut juga tetap melayangkan kecaman terhadap AS dan Korea Selatan. Mereka mendesak agar AS dan Korsel membatalkan rencanan menempatkan sistem pertahanan rudal canggih (THAAD) di perbatasan Semenanjung Korea.
Resolusi terbaru PBB melarang semua ekspor batubara, besi, bijih besi, timah hitam dan makanan laut dari Korea Utara. Sanksi tersebut juga akan membatasi jumlah orang Korea Utara yang diizinkan untuk bekerja di luar negeri, dan melarang negara-negara masuk ke usaha patungan baru dengan Korea Utara atau berinvestasi dengan dan segala hal yang berkaitan dengan Pyongyang. Ada sembilan orang dan empat entitas, termasuk bank devisa utama Korea Utara, yang kini masuk ke daftar hitam PBB.
(Silviana Dharma)